Pisang Plenet, Makanan Khas Semarang yang Meleleh di Lidah

0
239
sumber: Qraved

Makanan khas memang tidak mudah dikalahkan oleh kehadiran makanan kekinian yang menjamur di tiap sudut kota di Indonesia. Buktinya, beberapa makanan khas masih terus bertahan dan tetap laris manis, seperti di Semarang ini: Pisang Planet, makanan khas Semarang yang meleleh di lidah dalam satu gigitan saja.

Di tengah masa pandemi Covid-19 yang membuat kita lebih banyak kegiatan di rumah aja, keinginan untuk ngemil meningkat. Nah, Pisang Plenet menjadi pilihan camilan santai yang bisa dicoba jika kamu tinggal atau sedang berada di Semarang.

Kalau dipikir-pikir, camilan berbahan dasar sudah banyak sekali ragam rasa dan olahannya, ya. Tapi, jauh sebelum makanan pisang kekinian itu adam Pisang Plenet sudah lebih dulu eksis, lho. Konon, pisang ini dibuat pertama kali oleh Javar pada 1952. Kalau sekarangm Pisang Plenet diteruskan oleh keluarganya, Toerdi (82) dan cucunya Triyono (54).

Awal mula kehadiran Pisang Plenet ini adalah lantaran Javar merasa bosan dengan makanan tradisional di era Soekarno itu, seperti pisang goreng, tahu, tempe, singkong, dan umbi-umbian. Lalu Javar bereksperimen sehingga terciptalah makanan enak yang masih bisa kita nikmati hingga hari ini. Javar hebat, ya. Dari iseng bisa menciptakan makanan seenak ini.

Pisang Plenet ini bisa kamu jumapai di tepi Jalan Pemuda, tepatnya di kompleks rumah toko bekas Toko Hien. Atau di cabang lainnya: Di kompleks Pasar Semawis dan Jalan Gajah Mada, Semarang.

Lebih Dekat dengan Pisang Plenet Pak Toerdi yang Lezat

sumber : Travel Tempo

Nama Pisang Plenent diambil dari cara pengolahannya yang diplenet alias dipipihkan. Pemipihan pisang dilakukan dengan bantuan sebuah alat yaitu akrilik. Setelah pisang pipih, penyajiannya dilengkapi dengan berbagai topping yang enak-enak, seperti selai nanas, cokelat, gula halus, dan mentega.

Oh iya, pisang ini juga diproses melalui pembakaran. Dulu Javar membakar pisang ini dengan tungku atau nama lainnya anglo tanah liat. Apinya sendiri dari arang. Kalau sekarang, proses pembakarannya sudah lebih modern, tapi masih menggunakan bahan bakar dan resep yang sama, kok. Makanya rasa lezat Pisang Plenet masih sama dari dulu. Dan generasi Javar memang mempertahankan konsistensi rasa Pisang Plenet ini. Hebat, ya.

Jenis pisang yang digunakan untuk membuat Pisang Plenet adalah pisang kapok. Pisang ini memang cocok dimasak dengan cara dibakar ataupun digoreng. Kenapa? Jenis pisang ini tidak lembek. Kalau orang Jawa menyebutnya mengkel atau sedikit keras.

Kamu yang tertarik ingin mencicipi Pisang Plenet bisa berkunjung pada pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB. Harganya murah banget kok, Cuma Rp10 ribuan. Dan kamu bisa meminta tambahan topping meses sama keju juga, lho.


Bisa Order via Ojek Online

Nah, di masa pandemi virus corona (Covid-19) ini pasti kamu males banget keluar, kan. Meskipun aturan new normal sudah diberlakukan. Tapi rasa takut keluar rumah masih menghantui, gak mau keluar kalau gak penting-penting banget. Apalagi di Semarang sendiri angka orang-orang yang terinfeksi masih cukup tinggi. Kalau dilihat dari data siagacorona.semarangkota.go.id/ kasus positif corona hari ini, Jumat (17/7) mencapai angka 873 kasus. Sedih, ya 🙁

Untuk mengobat kesedihan kamu, Pisang Plenet bisa dipesan melalui ojek online, lho. Pisang Plenet sudah menjad mitra GoFood milik Gojek. Jadi kamu bisa pesan online, deh. Selamat mencoba yaa..

Banner Pesen Makan Sekarang