Berbuka Puasa di Hotel Ibis Budget, Ada Menu Makanan Khas Pati Lho

0
640
IDN Times/Putriana Cahya

Pesenmakan.id, Surabaya – Bagi orang-orang kota, hal yang paling dirindukan dari kampung selain suasananya tentu saja makanannya. Makanan kampung adalah makanan yang sangat otentik. Berbahan sederhana, dimasak dengan cara sederhana, namun memiliki citarasa yang sangat sulit dilupakan oleh lidah. Nggak bisa dipungkiri bahwa masakan kampung memiliki kekuatan yang menyihir kita untuk terus mendambanya.

Tentu akan sangat mengusik jiwa apabila kita merindukan masakan kampung itu di bulan Ramadan. Ya, bulan ini adalah bulan yang penuh berkah, di samping itu membuat selera makan kita bertambah dan hasrat ingin makan ini-itu menggila-gila. Makanan kampung atau makanan tradisional ini tentunya akan jadi menu berbuka puasa yang sangat lezat. Cukup sulit mencari tempat makan yang menyediakan masakan kampung yang otentik. Namun, bukan berarti nggak ada, ya. Jika kamu orang Surabaya atau sedang berada di Surabaya, maka kamu sangat beruntung sebab sudah ada lho yang mampu menyediakan makanan kampung yang kamu impi-impikan itu.

Dilansir dari IDN Times, kini di Surabaya sudah ada tempat makan yang menyediakan hidangan makanan tradisional yang lezat, tepatnya ada di Hotel Ibis Budget kawasan Surabaya Barat, Jl. Mayjen HR Muhammad No. 24. Di hotel itu, ada sebuah restoran yang menyediakan makanan khas Pati, Jawa Tengah. Tempat makan ini juga tidak menggunakan MSG sama sekali, melainkan menggunakan rempah secara keseluruhan.

Selain Makanannya Tradisional, Tempatnya juga Sangat Kental Tradisi

IDN Times/Putriana Cahya

Restoran ini bernama Waroeng Pati. Untuk diketahui, Waroeng Pati ini merupakan restoran yang dikelola secara terpisah dari manajemen hotel Ibis Budget, jadi di sini kita nggak akan menemui buffet reguler seperti yang kita temui di hotel pada umumnya.

Desain tempat yang sangat tradisional akan menambah kerinduanmu terhadap kampung. Ketika memasukinya, kamu akan langsung menemui deretan nasi gandul atau sego gandul yang menjadi menu andalan tempat ini. Bagi yang belum pernah mencoba nasi gandul, nasi ini adalah makanan khas daerah pesisir Jawa Tengah, khususnya Pati.

IDN Times/Putriana Cahya

Untuk rasanya, sekilas akan terasa seperti semur daging sebab menggunakan kuah santan yang cukup manis. Untuk hidangan satu ini, kamu bisa memilih lauknya terlebih dahulu, lalu kemudian nasinya disiram dengan kuah panas.

Pilihan lauknya cukup lengkap, mulai dari empal, telur bacem, tempe kering, perkedel, jeroan, dan masih banyak lagi. Buat yang berbuka dengan porsi monster, tenang dulu, sebab lauknya juga bisa diambil semua kok..

IDN Times/Putriana Cahya

Untuk keseluruhan, nasi gandul di Waroeng Pati sangat lezat, apalagi bagi kamu yang pernah mencobanya. Rasanya benar-benar sangat otentik. Bahkan bahan-bahan masakannya banyak yang langsung diambil dari Pati. Meskipun, menurut pengakuan chefnya, kadar manis nasi gandul sudah dikurangi mengingat tingkat kemanisan yang berbeda dari orang di Jawa Timur yang cenderung lebih suka makanan gurih.

Selain nasi gandul, masih banyak menu-menu masakan tradisional lain yang harus kamu cicip. Gareng Asem salah satunya. Garang Asem ini terdiri dari daging ayam yang dimasak dengan kuah asam yang berasal dari belimbing wuluh. Rasa gurih ayam berpadu dengan asamnya belimbing wuluh. Sudah kebayang, kan, gimana lezatnya?

Menu selanjutnya ada nasi kecombrang. Untuk yang satu ini sudah pasti akan sangat cocok menjadi menu berbuka puasa kamu. Rasanya yang sedap gurih, menguarkan wangi yang harum. Harum yang khas, harum yang membuat kamu merindukan kampung halaman. Aheu.

IDN Times/Putriana Cahya

Secara keseluruhan, Waroeng Pati adalah tempat yang sangat cocok untuk dijadikan tempat berbuka puasa. Apalagi bagi yang menginginkan suasana yang tenang dan adem, mengingat tempatnya berada di dalam sebuah hotel.

Oh ya, di Waroeng Pati, kamu tak hanya bisa menikmati makanan khas Pati kok, masih banyak makanan tradisional lain yang bisa kamu dapatkan di Waroeng Pati, yang tentunya akan membuatmu lebih kangen dengan kampung.

Sumber: IDN Times

Banner Pesen Makan Sekarang